Kamis, 23 Februari 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
Misi PBB
Kembalinya Kontingen Police Adviser Garuda Bhayangkara I dari misi MINUSTAH, Haiti
Selasa, 31 Januari 2012 13:31    PDF Print E-mail

Dari kiri ke kanan : Agung Kanigoro N, Taufik Noor Isya ( masih di Misi), Zaenal Arifin, Eka Syarif N, Juliarman Pasaribu, Dhany Kamal (masih di Misi) ,
Asmida Rizky S, Ganda Tambunan, Anno Soembolo, Dongan Pardamean Ambarita

Gempa bumi yang melanda Port au Prince Haiti, pada tanggal 12 Januari 2010 silam, telah meningkatkan permasalahan yang harus dihadapi oleh MINUSTAH (Mission des Nation Unies pour la Stabilisation en Haiti). Tak terhitung korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan oleh bencana ini, sehingga  menciptakan ancaman bagi kemanusiaan dan peradaban di Haiti. Selain itu banyaknya warga yang harus tinggal di kamp pengungsian berpotensi sangat besar untuk meningkatkan jumlah kriminalitas dan Endemic penyakit Kolera yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Menyadari adanya peningkatan gangguan ini, PBB mengeluarkan resolusi No. 1944 tanggal 15 Oktober 2011 untuk meningkatkan jumlah personel MINUSTAH termasuk jumlah Police Adviser dan mengundang negara-negara yang belum mengirimkan personelnya ke Haiti termasuk Pemilu Presiden Haiti yang dilaksanakan akhir 2010.

7 (tujuh) Police Adviser  berangkat siang itu 24 Januari 2012 di Bandara Tousaint de Louverture, Port au Prince, meninggalkan tempat tugas di Haiti, sebuah pengabdian di tanah yang belum pernah diinjakkan kakinya oleh Polisi Indonesia satu tahun yang lalu. Polri mengirimkan 10 ( Sepuluh ) personilnya yang telah melewati proses seleksi yang komprehensif, baik yang dilaksanakan oleh Mabes Polri maupun PBB. Pada tanggal 23 Juli 2010 kesepuluh personel berangkat ke Misi PBB MINUSTAH di Haiti. Kontingen pertama Police Adviser di MINUSTAH ini dibagi menjadi dua tim keberangkatan karena permasalahan US visa. Ketujuh orang yang pulang saat ini adalah tim pertama dan masih meninggalkan dua orang yang bertugas sampai Maret 2012 dan satu orang yang telah mendahului pada bulan September karena tidak diperpanjang masa dinasnya di Misi MINUSTAH. Dengan mengemban amanah membawa harum nama bangsa untuk menjalankan tugas selaku Police Adviser yaitu memelihara perdamaian dan menjalani mandat sesuai dengan misi tersebut, Kontingen Garuda Bhayangkara MINUSTAH I tersebut terdiri dari Kompol Juliarman Pasaribu S.Sos, S.IK, MSi sebagai Dankon, Kompol Eka Syarif Nugraha Husen, SIk, MSi, Kompol Agung Kanigoro Nusantoro SIk, AKP Anno Soembolo, S.H, Iptu Asmida Rizki Siregar, Iptu Dongan P. Ambarita,  S.IP, Brigadir Polisi Ganda Tambunan.

Selama penugasan di daerah misi, ketujuh personel ini  telah berkontribusi aktif dalam pelaksanaan penugasan, mendapatkan apresiasi untuk perpanjangan tugas dari pimpinan MINUSTAH. Misi PBB di Haiti adalah salah satu misi terberat dari aspek keamanan yang mengharuskan personelnya untuk menggunakan senjata api. Ikut serta berpartisipasi dalam pengamanan pemilihan umum President Haiti,  melaksanakan proses monitoring dan transfer best practice kepolisian kepada institusi kepolisian lokal (Police Nationale d’Haiti), pengumpulan dan analisis data kejahatan dan kerawanan gangguan sosial lainnya serta melaksanakan pengorganisasian dukungan transportasi bagi komponen kepolisian MINUSTAH. Kontribusi terbesar untuk Indonesia adalah memiliki database peredaran narkotika di Haiti,  menunjukkan bahwa Police Adviser Indonesia telah menjadi Role Model bagi Kontingen negara lain, serta menjadi Liason Officer untuk Kontingen Militer Zeni Indonesia. Sebagai kontingen Polri pertama yang ditugaskan di Haiti, berbagai apresiasi positif telah diterima oleh Kontingen Garuda Bhayangkara MINUSTAH I, baik dari pimpinan MINUSTAH maupun masyarakat lokal. Penghargaan ini merupakan bukti kontribusi  Polri dalam ikut serta menciptakan keamanan dan ketertiban dunia yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.