Kamis, 23 Februari 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
Even
THE 1ST PREVENTION AND INVESTIGATION OF SEXUAL AND GENDER BASED VIOLENCE COURSE, 2 – 13 MEI 2011, CoESPU, ITALIA
Senin, 11 Juli 2011 13:24    PDF Print E-mail

Kepolisian Negara Republik Indonesia secara konsisten sejak tahun 2007 hingga saat ini telah mengirimkan personilnya untuk mengikuti pelatihan di CoESPU, Vicenza, Italia untuk program Kursus Manajemen Tingkat Tinggi (High Level) dan Manajemen Tingkat Menengah (Middle Level). Program tersebut telah berakhir pada tahun 2010 dan PBB telah menyusun program baru yang saat ini dipandang perlu untuk dilaksanakan seiring dengan perkembangan keadaan di lapangan, yaitu the 1st Prevention and Investigation on Sexual and Gender Based Violence Course (SGBV).

Program ini berbeda dengan program sebelum baik dari segi materi maupun metode penyampaiannya. Materi yang disampaikan disini banyak mengulas tentang masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah penugasan. Kasus yang dilaporkan ke PBB memang sangat memprihatinkan dimana perempuan dan anak-anak yang seharusnya dilindungi hak-haknya untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari kekerasan, malah dijadikan sebagai means of war (senjata perang). Perempuan banyak diperkosa oleh kelompok militan, laki-laki dewasa yang masih mempunyai hubungan keluarga dan bahkan anggota yang berseragam. Mereka tentunya mengalami trauma yang dalam secara fisik dan psikis. Sementara itu, anak-anak juga banyak yang dijadikan tentara untuk membantu orang dewasa selama masa konflik. Hal ini tentunya melanggar hak-hak anak yang seharusnya dian hidup bebas, mendapatkan kasih sayang dan kesempatan untuk sekolah.

Berdasarkan keadaan tersebut, maka PBB memandang perlu untuk meningkatkan kemampuan para anggota yang akan ditugaskan di daerah misi perdamaian tentang bagaimana mencegah dan menangani kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak di daerah misi perdamaian. Untuk itulah maka program kali ini yang diselenggarakan di CoESPU adalah 1st Prevention and Investigation on Sexual and Gender Based Violence Course.

Pelatihan the 1st Prevention and Investigation on Sexual and Gender Based Violence Course dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 13 Mei 2011 dengan partisipan dari Bangladesh, Cameroon, Indonesia, Yordania, Mali, Nepal, Nigeria, Rumania, Senegal, dan Ukraina. Partisipan dari Indonesia yaitu AKBP BASKORO TRI PRABOWO,S.ik,M.H, Kompol YULI CAHYANTI, S.S., M.Si. dan Kompol FERDIANSYAH, S.Ik.

Pelatihan dibuka secara resmi pada tanggal 2 Mei 2011 oleh Director CoESPU Brigadier General IT Rocca dan didampingi oleh Deputy Director CoESPU Colonel (US Marine) Franklin. Pada sambutannya, General IT Rocca menyampaikan bahwa pelatihan kali ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Coespu sebelumnya. Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di daerah misi perdamaian telah menjadi bahan perhatian dan pertimbangan tersendiri oleh PBB, untuk itu materi pada pelatihan kali ini dipandang sangat penting untuk disampaikan kepada para calon anggota yang akan ditugaskan di daerah misi. Mereka harus mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak perempuan dan anak-anak sehingga pada saat penugasan nantinya mereka telah mengetahui dan mempunyai kemampuan untuk melakukan perlindungan dan penanganan kasus-kasus yang berhubungan dengan pelanggaran hak-hak perempuan dan anak-anak, khususnya kasus kekerasan dan pemerkosaan yang saat ini banyak terjadi.

Selain itu  Deputy Director CoESPU Colonel (US Marine) Franklin menambahkan bahwa pelatihan ini menggunakan anggaran Amerika. Peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini adalah orang-orang pilihan karena prosesnya adalah peserta diseleksi oleh negaranya masing-masing dan kemudian diseleksi lebih detail lagi oleh Coespu terutama oleh Col Franklin sendiri. Tujuannya adalah bahwa mereka yang dapat mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang memenuhi standar penilaian PBB yang siap untuk ditugaskan di daerah misi perdamaian dan yang menjadi instruktur/pada pelatihan misi perdamaian di negaranya masing-masing.

Dalam pelatihan 1st Prevention and Investigation on Sexual and Gender Based Violence Course, peserta mendapatkan materi-materi yang berhubungan dengan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dan juga pengetahuan tentang organisasi internasional PBB dalam perannya melakukan upaya perdamaian dunia. Materi-materi tersebut disampaikan oleh para pengajar yang berpengalaman dan “qualified” dibidangnya baik dari lingkungan Carabinieri dan PBB maupun dari universitas terkemuka di Italia.

Materi-materi tersebut disampaikan oleh pengajar dengan menggunakan metode pengajaran communicative apprach, two ways communication, sharing experience, discussion dan role play. Metode-metode tersebut sangat efektif bagi para peserta pelatihan mengingat peserta yang mengikuti pelatihan tersebut adalah orang-orang yang sangat pengalaman dibidangnya dan telah bertugas lama di kepolisian. Pengetahuan dan pengalaman pengajar dipadukan dengan pengetahuan dan pengalaman peserta selama bertugas merupakan kombinasi yang cukup baik dan komprehensif dalam memahami materi yang diberikan. Selain itu metode diskusi yang dibagi dalam kelompok dimana tiap kelompoknya terdiri dari berbagai negara merupakan metode yang cukup baik dalam berbagi pengalaman antar peserta. Dengan demikian, peserta dapat memahami permasalahan dan materi yang disampaikan oleh pengajar dengan baik, disisi lain pengajarpun mendapatkan banyak informasi tentang pengalaman di lapangan dari para peserta pelatihan.

Pada tanggal 13 Mei 2011, kegiatan pelatihan berakhir dan ditutup dengan resmi pada saat clossing ceremony dan penyerahan sertifikat oleh Director CoESPU Brigadier General IT Rocca dan Deputy Director CoESPU Colonel (US Marine) Franklin pada jam 11.00 am waktu setempat.

Pada kesempatan kali ini, Deputy Director CoESPU Colonel (US Marine) Franklin menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua peserta pelatihan karena pelatihan yang diprogramkan ini telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu disampaikan pula bahwa peserta pelatihan kali ini dipandang sangat serius dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran di kelas, hal ini menimbulkan kesan tersendiri bagi pejabat di Coespu. Sementara itu, harapan yang dibebankan kepada para peserta adalah agar peserta dapat menerapkan materi yang telah diberikan dalam pelaksanaan tugas di misi perdamaian dan peserta dapat meneruskan kembali pengetahuan yang telah didapat ini kepada peserta didik yang disiapkan untuk bertugas pada misi perdamaian.

Setelah penutupan pelatihan, peserta diajak untuk berkumpul bersama di gedung utama untuk perpisahan yang dihadiri oleh semua peserta pelatihan dan para pejabat di Coespu. (NCB)