Sabtu, 19 Mei 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
2010 – Tahun Pencapaian untuk INTERPOL yang menjadi tonggak dasar untuk penegakkan hukum abad 21
Jumat, 21 Januari 2011 13:51    PDF Print E-mail

Dalam pengesahan roadmap strategis INTERPOL, Majelis Umumnya di Qatar pada bulan November secara suara bulat mendukung pembangunan Kompleks Global INTERPOL (IGC) (INTERPOL Global Complex) pada awal 2014 di Singapura untuk meningkatkan kemampuan penegakkan hukum untuk mengatasi ancaman baru kejahatan abad ke 21 seperti kejahatan dunia maya dengan mengembangkan penelitian progresif, pembangunan dan fasilitas operasional untuk ke 188 negara anggotanya.

Pengambilan inisiatif Dokumen Perjalanan INTERPOL oleh Majelis Umum juga akan memungkinkan Organisasi tersebut untuk memberikan bantuan di lokasi yang lebih cepat kepada Negara anggota yang meminta bantuan, dengan Negara-negara yang memberikan status visa khusus untuk staf yang melakukan perjalanan dinas.

Penempatan INTERPOL Major Events Support Team dan Incident Response Team di seluruh dunia membantu para Negara anggota dengan cakupan peristiwa umum dan kejadian serius, termasuk FIFA World Cup (Piala Dunia FIFA) di Afrika Selatan – tempat dimana INTERPOL menempatkan tim bantuannya yang terbesar dari yang pernah ada, Commonwealth Games di India, dan bantuan penyidikan tempat kejadian perkara dan identifikasi korban setelah serangan teror bulan Juli di Kampala, Uganda.

Negara anggota INTERPOL melakukan pencarian terhadap lebih dari setelah miliar database, dan lebih dari 10,000 Pemberitahuan diterbitkan, termasuk sekitar 6.000 Red Notice untuk membantu mengurangi ribuan buronan di jalan – suatu catatan yang diuraikan oleh Sekretaris Jenderal INTERPOL Ronald K. Noble yaitu ‘menunjukan kekuatan dukungan operasional INTERPOL untuk Biro Pusat Nasionalnya diseluruh dunia’.

Dalam hal ini, Operasi INFRA-Red 2010 (Penangkapan dan Penahanan Buronan Internasional – Red Notices) menghasilkan lebih dari 160 buronan yang berada atau ditahan diseluruh dunia. Para penyelidik dari 29 negara dan badan, termasuk Crimes Stoppers International, bekerja di satuan Bantuan Penyidikan Buronan INTERPOL di kantor pusat Sekretariat Jenderalnya di Lyon, Perancis.

“Pekerjaan yang telah kita lakukan dengan Negara-negara anggota kami pada tahun 2010 menggarisbawasi komitmen kami untuk membantu kelompok pekerja yang bukan pimpinan perusahaan para pejabat kepolisian untuk menjaga ketentraman warga Negara dan masyarakat internasional. Selain itu, Negara-negara anggota kami mengandalkan INTERPOL tidak hanya untuk membangun di atas kekuatannya yang ada, tetapi juga menggunakan keahliannya untuk menciptakan jalan baru untuk penegakkan hukum di seluruh dunia,” kata tuan Noble, yang dipilih oleh Majelis Umum sampai periode ketiga sebagai Sekretaris Jenderal.

Fokus utama lain pada tahun 2010 termasuk:

  • Lebih dari 300 pekerja anak-anak diselamatkan dan 50 orang ditahan sebagai bagian dari Operasi Bana di Gabon dan Cascades di Burkina Faso yang menargetkan perdagangan anak di bawah program OASIS INTERPOL yang didanai Jerman (Bantuan Operasional, Bantuan Layanan dan Infrastruktur) di Afrika.
  • Pembahasan pertama kali oleh Sekretaris Jenderal INTERPOL kepada Majelis Umum PBB.
  • Resolusi Dewan Keamanan PBB menyeru anggota Negara untuk bekerjasama dengan INTERPOL dan Europol untuk memerangi jaringan kejahatan di balik perompakan di laut. Suatu Keputusan EU (Uni Eropa) juga akan melihat misi militer EU di Teluk Aden menggunakan jaringan dan perangkat INTERPOL.
  • Lokasi baru dari Biro Regional INTERPOL di Buenos Aires membangun, melalui Pusat Komando dan Koordinasi, perangkat dan layanan globalnya, yaitu penambahan poin pusat untuk kerjasama kepolisian regional dan internasional.
  • Kerjasama yang erat antara Biro Pusat Nasional INTERPOL di Peru dan Chile melihat penahanan di Chile atas tersangka pembunuhan berkewarganegaraan Belanda Joran van der Sloot dan pengusirannya ke Peru.
  • Bekerjasama dengan Lembaga Kepabeanan Dunia, Operasi Jupiter V menghasilkan 600 penahanan dan senilai lebih dari USD 50 juta million atas barang palsu dan bajakan yang disita dalam penyergapan di Amerika Selatan.
  • Kerjasama kepolisian internasional menghasilkan penahanan di Amsterdam atas dugaan pelecehan seksual anak berantai. Tersangka ditahan sebagai akibat dari kerjasama melalui jaringan identifikasi korban global INTERPOL.
  • INTERPOL meluncurkan perangkat pencegahan kejahatan internet untuk menutup akses online ke material kekerasan terhadap anak.
  • Untuk pertama kali, database DNA INTERPOL berisi lebih dari 100.000,00 data.
  • Operasi Mamba III Afrika Timur untuk memberantas obat palsu menghasilkan 10 ton produk sitaan dan lebih dari 80 penahanan. Dan melalui Operasi Pangea III, lebih dari 40 negara bergabung dalam pecan tindakan internasional yang menargetkan penjualan online obat palsu dan illegal, dengan penutupan 300 websites, dan lebih dari 2,3 juta pil senilai USD 7 juta yang disita.
  • Simposium EU-INTERPOL memberikan suatu forum untuk meningkatkan kerjasama internasional untuk menangani kejahatan antar Negara di Afrika Barat.
  • Untuk memerangi judi bola illegal selama berlangsungnya Piala Dunia FIFA, Operasi SOGA III di Asia saw police across China (termasuk Hong Kong dan Macao), Malaysia, Singapore dan Thailand bekerjasama untuk menahan lebih dari 5,000 orang dan menyita hampir USD 10 juta tunai dalam 800 penyergapan.
  • Konferensi Keamanan Informasi INTERPOL 1 di Hong Kong memberikan platform global untuk mencegah dan mendeteksi kejahatan bertekhnologi tinggi.
  • Akses online publik ke database INTERPOL atas karya seni yang dicuri memperlihatkan lebih dari 2.100 pengguna dari 79 negara yang mewakili kepolisian dan kepabeanan, Lembaga otoritas dan budaya Negara, para professional perdagangan seni dan kolektor pribadi memberikan hak access dan menyelesaikan 10.000 pertanyaan.
  • Wakil kepolisian senior dari lembaga-lembaga diseluruh dunia dengan suara bulat mendukung Resolusi Majelis Umum yang mendorong upaya global policing yang lebih besar terhadap kehahatan lingkungan melalui Program Kejahatan Lingkungan INTERPOL.
  •  Program Pelatihan INTERPOL Mobile Police (IMPTP) diluncurkan dengan dengan pendanaan Kanada dan memperlihatkan Barbados dan Argentina menjadi tuan rumah dalam Program pelatihan mobile pertama kali. The INTERPOL Global Learning Centre (IGLC) juga menyediakan kepada Negara-negara anggota sekitar 40 kursus e-learning.