Selasa, 29 Juli 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Ronald K. Noble ditunjuk untuk periode ketiga sebagai Sekretaris Jenderal INTERPOL
Jumat, 21 Januari 2011 13:47    PDF Print E-mail

Memaparkan visi untuk masa depan lembaga kepolisian dunia di Majelis Umum

DOHA, Qatar – Ronald K. Noble hari ini dipilih oleh Majelis Umum INTERPOL untuk menjabat untuk periode ketiga sebagai Sekretaris Jenderal badan kepolisian dunia dengan dukungan atas pendekatan Tuan Nobel untuk membuat lembaga tersebut pemain inti dalam memerangi kejahatan abad ke 21.

Dipilih oleh Komite Pelaksana INTERPOL sebagai kandidat mereka, para wakil dalam Sesi rapat Majelis Umum ke 79 – di Doha, Qatar dari tanggal 8 -11 November 2010 –  memilih dengan suara mayoritas untuk memilih kembali Tuan Noble, yang pertama kali terpilih di Rhodes pada tahun 2000 dan dipilih kembali untuk periode kedua  di Berlin tahun 2005. Pemilihan tersebut didasarkan apda satu Negara satu suara.

Pimpinan INTERPOL, Khoo Boon Hui, menyambut keputusan Majelis Umum yang mengakui bahwa di bawah Tuan Noble INTERPOL telah menjadi lebih operasional dan lebih efektif daripada sebelumnya’.

“Ronald K. Noble adalah juru kampanye yang tak henti-hentinya mengkampanyekan penegakan hukum internasional, yang melihat peluang pada saat yang lain melihatnya sebagai tantangan,” kata Pimpinan Khoo, menambahkan “Di bawah kepemimpinannya, INTERPOL telah memasuki abad ke 21 dan menanti pencapaian-pencapaian besar dimasa mendatang.”

Tuan Noble, Sekretaris Jenderal INTERPOL pertama dari Amerika, berterima kasih kepada para delegasi atas dukungan dan kepercayaan mereka, dan berjanji untuk terus bekerjasama dengan 188 negara anggota INTERPOL.

“Saya telah diberikan mandat untuk melanjutkan pekerjaan yang telah saya mulai 10 tahun lalu, dan akan mencurahkan seluruh energi saya untuk memastikan agar INTERPOL tetap menjadi yang terdepan dalam international policing,” kata Sekretaris Jenderal Noble. “Saya senang dan bangga bahwa Majelis umum telah menunjukan dukungan mereka dan memberikan saya peluang untuk terus menjabat di INTERPOL dan masyarakat penegakan hukum yang lebih luas, membangun keberhasilan yang telah kita capai bersama.”

Fitur utama dari visi Sekretaris Jenderal untuk perkembangan lembaga di masa mendatang adalah pembangunan INTERPOL Global Complex (IGC) di Singapura, yang disetujui hari ini oleh Majelis Umum dan untuk itu Qatar berjanji memberi bantuan senilai USD 2 juta untuk pembangunannya.

“Dukungan bersama Majelis Umum untuk INTERPOL Global Complex dan penawaran dari Singapura untuk menjadi tuan rumah ini akan memastikan keberlangsungan dari budaya inovasi kami dan merupakan langkah berikutnya dalam evolusi Lembaga. Ini akan membantu semua penegakan hukum meningkatkan peran mereka dalam mengatasi ancaman abad ke 21, khususnya kejahatan dunia maya,” ditambahkan oleh Sekretaris Jenderal Noble.

Menteri Dalam Negeri Singapura dan Menteri Hukum, K. Shanmugam, mengatakan bahwa penempatan lokasi IGC di Singapura, dengan dukungan penuh dari Majelis Umum INTERPOL, merupakan tonggak penting bagi INTERPOL dalam perjalanannya untuk memperkuat kemampuan global policing. Ia menambahkan bahwa Singapura bangga untuk menjadi bagian dari proyek bersejarah ini yang akan menciptakan keamanan dan kenyamanan untuk Asia Pasifik serta memperkuat kemampuan INTERPOL di seluruh dunia di wilayah baru. Menteri tersebut mengatakan bahwa Singapura sangat komitmen dengan visi INTERPOL yaitu menghubungkan kekuatan kepolisian untuk dunia yang lebih aman.

INTERPOL telah melihat peningkatan tajam dalam penggunaan perangkat dan jasa kepolisian operasionalnya pada tahun-tahun belakangan ini. Di bawah kepemimpinan Tuan Noble, INTERPOL membuat jaringan komunikasi kepolisian global aman pertama di dunia, yang memberikan semua 188 negara anggota komunikasi dan akses real-time ke perangkat dan layanan INTERPOL. IGC merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Lembaga untuk melaksanakan kembali platform operasionalnya dan akan fokus pada mengembangkan perangkat policing yang inovatif dan state-of-the-art untuk membantu penegakan hukum di seluruh dunia, terutama meningkatkan kesiapan untuk mengatasi kejahatan dunia maya.

Global Complex tersebut juga akan membangun Pusat Komando dan Koordinasi (CCC) 24-jam, yang ketiga akan dibangun karena Tuan Noble menjadi Sekretaris Jenderal. CCC yang pertama dibangun di kantor pusat Sekretariat Umum di Lyon, Perancis pada tahun 2001, dan yang kedua dibuka secara resmi di kantor Biro Regional yang baru di Buenos Aires pada bulan Oktober tahun ini.

Badan pengatur utama INTERPOL, Majelis Umum bertemu sekali setahun dan mengambil semua keputusan kebijakan utama. Sesi ke 79 di Qatar menyatukan lebih dari 650 kepala polisi dan dan pejabat resmi senior penegakan hukum sejak 141 dari para Negara anggotanya.