| Keputusan Uni Eropa mendukung peran pusat INTERPOL terhadap perompakan di Somalia | ||||
|
|
LYON, Perancis – Dewan Uni Eropa (EU) telah mengambil Keputusan yang akan melihat misi militer Uni Eropa yang sedang berlangsung terhadap perompakan laut di pantai Somalia mengunakan jaringan dan perangkat global INTERPOL untuk memberantas jaringan kejahatan dibalik perompakan di Teluk Aden. Berdasarkan Keputusan Dewan Uni Eropa 2010/766/CFSP yang diputuskan pada tanggal 7 Desember, informasi tentang tersangka perompak laut yang dikumpulkan oleh para anggota Operasi Uni Eropa ATALANTA, seperti sidik jari, informasi penting dan dokumen identifikasi, serta rincian peralatan yang digunakan oleh para tersangka, akan diserahkan ke INTERPOL untuk dilakukan pemeriksaan untuk disesuaikan dengan database globalnya dengan pertimbangan untuk memfasilitasi identifikasi dan ketertelusuran tersangka, serta penuntutan mereka.
Dengan tindakan perompakan laut dan perampokan bersenjata di pantai Somalia yang terus mengancam keselamatan jiwa dan pelayaran di wilayah tersebut dan menghambat pengiriman bantuan makanan ke penduduk Somalia, Sekretaris Jenderal INTERPOL Ronald K. Noble mengatakan bahwa perompakan laut merupakan masalah kejahatan terorganisir internasional yang memerlukan pertukaran intelejen kepolisian melalui pendekatan kerjasama.
Dalam hal ini, Tuan Noble menggambarkan Keputusan Dewan Uni Eropa sebagai ‘pengembangan signifikan dalam bentuk tukar menukar informasi atas perompakan laut dan dalam memerangi jaringan kejahatan dibelakangnya’.
“Keputusan Uni Eropa mengakui peran penting yang dimainkan oleh penegakan hukum internasional dan INTERPOL dalam memberikan penghubungan penting antara penangkapan yang dilakukan melalui intervensi militer dan penyidikan dan penuntutan pembajak laut dan jaringan kejahatan berkenaan,” kata kepala INTERPOL.
"INTERPOL telah lama menegaskan bahwa perompakan laut merupakan masalah kejahatan antar Negara klasik yang dapat terjadi di laut bebas namun merupakan bagian dari jaringan global yang lebih luas yang dalam hal ini para penjahat terorganisir menargetkan korban, menyandera mereka dan meminta uang tebusan, meninggalkan bukti untuk diikuti dan diselidiki oleh penegak hukum.
"Pendekatan komprehensif yang mengumpulkan intelejen, sumber dan membangun kemitraan strategis merupakan kunci untuk menangani perompakan, dan dalam hal ini kolaborasi INTERPOL yang kuat dengan mitra internasional seperti Uni Eropa, Europol dan PBB merupakan hal penting untuk mengatasi kejahatan ini," disimpulkan oleh Sekretaris Jenderal Noble.
Keputusan Uni Eropa mengikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB bulan lalu 1950 (2010) yang menyerukan ke 192 negara-negara anggota PBB untuk bekerjasama dengan INTERPOL dan Europol untuk memerangi jaringan kejahatan yang terlibat dalam perompakan laut di pantai Somalia. Kerjasama antara INTERPOL dan Europol dalam pertukaran informasi dan analisis bahan yang terkait dengan perompakan telah menghasilkan identifikasi hubungan antara sejumlah kasus dan individu berdasarkan DNA, sidik jari dan analisis telepon.
|



Kepolisian Kolombia

