Sabtu, 19 Mei 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
Kejahatan Di Laut
Keputusan Uni Eropa mendukung peran pusat INTERPOL terhadap perompakan di Somalia
Jumat, 21 Januari 2011 14:19    PDF Print E-mail

LYON, Perancis – Dewan Uni Eropa (EU) telah mengambil Keputusan yang akan melihat misi militer Uni Eropa yang sedang berlangsung terhadap perompakan laut di pantai Somalia mengunakan jaringan dan perangkat global INTERPOL untuk memberantas jaringan kejahatan dibalik perompakan di Teluk Aden.

Berdasarkan Keputusan Dewan Uni Eropa 2010/766/CFSP yang diputuskan pada tanggal 7 Desember, informasi tentang tersangka perompak laut yang dikumpulkan oleh para anggota Operasi Uni Eropa ATALANTA, seperti sidik jari, informasi penting dan dokumen identifikasi, serta rincian peralatan yang digunakan oleh para tersangka, akan diserahkan ke INTERPOL untuk dilakukan pemeriksaan untuk disesuaikan dengan database globalnya  dengan pertimbangan untuk memfasilitasi identifikasi dan ketertelusuran tersangka, serta penuntutan mereka.

Dengan tindakan perompakan laut dan perampokan bersenjata di pantai Somalia yang terus mengancam keselamatan jiwa dan pelayaran di wilayah tersebut dan menghambat pengiriman bantuan makanan ke penduduk Somalia, Sekretaris Jenderal INTERPOL Ronald K. Noble mengatakan bahwa perompakan laut merupakan masalah kejahatan terorganisir internasional yang memerlukan pertukaran intelejen kepolisian melalui pendekatan kerjasama.

Dalam hal ini, Tuan Noble menggambarkan Keputusan Dewan Uni Eropa sebagai ‘pengembangan signifikan dalam bentuk tukar menukar informasi atas perompakan laut dan dalam memerangi jaringan kejahatan dibelakangnya’.

“Keputusan Uni Eropa mengakui peran penting yang dimainkan oleh penegakan hukum internasional dan INTERPOL dalam memberikan penghubungan penting antara penangkapan yang dilakukan melalui intervensi militer dan penyidikan dan penuntutan pembajak laut dan jaringan kejahatan berkenaan,” kata kepala INTERPOL.

"INTERPOL telah lama menegaskan bahwa perompakan laut merupakan masalah kejahatan antar Negara klasik yang dapat terjadi di laut bebas namun merupakan bagian dari jaringan global yang lebih luas yang dalam hal ini para penjahat terorganisir menargetkan korban, menyandera mereka dan meminta uang tebusan, meninggalkan bukti untuk diikuti dan diselidiki oleh penegak hukum.

"Pendekatan komprehensif yang mengumpulkan intelejen, sumber dan membangun kemitraan strategis merupakan kunci untuk menangani perompakan, dan dalam hal ini kolaborasi INTERPOL yang kuat dengan mitra internasional seperti Uni Eropa, Europol dan PBB merupakan hal penting untuk mengatasi kejahatan ini," disimpulkan oleh Sekretaris Jenderal Noble.

Keputusan Uni Eropa mengikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB bulan lalu 1950 (2010) yang menyerukan ke 192 negara-negara anggota PBB untuk bekerjasama dengan INTERPOL dan Europol untuk memerangi jaringan kejahatan yang terlibat dalam perompakan laut di pantai Somalia. Kerjasama antara INTERPOL dan Europol dalam pertukaran informasi dan analisis bahan yang terkait dengan perompakan telah menghasilkan identifikasi hubungan antara sejumlah kasus dan individu berdasarkan DNA, sidik jari dan analisis telepon.

 
Dukungan bersama oleh Dewan Keamanan PBB untuk peran INTERPOL dan Europol dalam memberantas jaringan Perompakan
Jumat, 21 Januari 2011 14:17    PDF Print E-mail

LYON/THE HAGUE – Resolusi yang didukung dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB yang menyeru ke 192 negara anggotanya untuk bekerjasama dengan INTERPOL dan Europol untuk memerangi jaringan kejahatan yang terlibat dalam perompakan laut di pantai Somalia telah diserukan sebagai 'suatu langkah maju yang penting’ oleh kedua perusahaan.

Resolusi PBB 1950 (2010) 'mendesak Negara-negara, dengan bekerjasama dengan INTERPOL dan Europol, untuk menyelidiki jaringan kejahatan internasional yang terlibat dalam perompakan di pantai Somalia, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas ‘Pendanaan dan Fasilitasi Ilegal’ dan menyambut pekerjaan yang sedang berlangsung dalam membuat panduan bagi para pelaut tentang pemeliharaan tempat kejadan perkara setelah tindakan perompakan untuk membantu penegakan hukum dalam melakukan penuntutan.

Menguraikan perompakan masalah kejahatan terorganisir internasional yang memerlukan pendekatan kerjasama, Sekretaris Jenderal INTERPOL Ronald K. Noble mengatakan bahwa resolusi PBB, yang diambil pada hari Senin, mengakui bahwa penegakan hukum internasional memberikan penghubungan penting antara penahanan yang dilakukan melalui intervensi militer dan penyelidikan dan penuntutan para bajak laut dan jaringan kejahatan terkait.

"INTERPOL telah lama menyatakan bahwa perompakan laut merupakan masalah kejahatan antar Negara klasik yang dapat terjadi di laut namun merupakan bagian dari jaringan global yang luas yang dalam hal ini para penjahat terorganisir menargetkan korban, menyandera mereka dan meminta uang tebusan, meninggalkan jejak uang untuk diikuti dan diselidiki dalam penegakan hukum," kata tuan Noble.

"Suatu pendekatan multi-aspek yang mengumpulkan sumber daya dan menjalin kemitraan strategis merupakan kunci untuk membuat perubahan dan memberikan sumberdaya yang lebih baik untuk manangani masalah ini, dan dalam hal ini, kemitraan INTERPOL yang kuat dengan Europol, sebagaimana difokuskan dalam resolusi PBB, adalah penting untuk membahas Perompakan laut di Somalia," disimpulkan oleh Sekretaris Jenderal Noble.

Direktur Europol Rob Wainwright menyambut baik Resolusi Dewan Keamanan sebagai dukungan atas hasil penting yang telah dicapai.

"Europol berkeinginan untuk memberi sumbangsih untuk melakukan tindakan yang efektif terhadap perompakan laut, yang terus memberikan ancaman terhadap keamanan internasional. Peran Europoladalah membantu para penyidik dan pejabat berwenang Eropa European yang menangani warga Negara dan perusahaan Eropa yang terpengaruh oleh tindakan perompakan laut di pantai Somalia.

"Kami akan memanfaatkan kesepakatan kerjasama yang ada antara Europol dan INTERPOL untuk mengidentifikasi para pelaku utama, jaringan dan kegiatankejahatan mereka," ditambahkan Tuan Wainwright.

Kerjasama antara INTERPOL dan Europol dalam pertukaran informasi dan analisis bahan yang terkait dengan perompakan telah menghasilkan identifikasi penghubungan antara sejumlah kasus dan individu berdasaran DNA, sidik jari dan analisis telepon.

INTERPOL dan Europol juga bekerjasama dengan badan internasional dan regional lain dalam menangani perompakan laut, termasuk the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), the International Maritime Organization (IMO) dan the International Maritime Bureau (IMB).