Sabtu, 01 November 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Pertemuan AMMTC Ke-9 Di Lao PDR
Rabu, 25 September 2013 13:08    PDF Print E-mail

alt

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Menteri-Menteri yang menangani Kejahatan Transnasional (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crimes - AMMTC) ke-9 dan rangkaian pertemuan telah dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 15 dan berakhir tanggal 19 September 2013 di Vientiane, Laos. Pertemuan dibuka secara resmi oleh H.E. Thongsing Thammavong, Perdana Menteri Republik Demokratic Rakyat Laos dan dihadiri oleh para Menteri atau yang mewakili dari 10 ASEAN Member States (AMS), Cina, Jepang, Korea dan Sekjen ASEAN.

Pertemuan AMMTC merupakan Pertemuan tingkat Menteri yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali dimana Indonesia menjabat sebagai Ketua AMMTC pada periode 2011-2013. AMMTC merupakan salah satu ASEAN Bodies yang menangani bidang kerja sama anti-terorisme, perdagangan orang, kejahatan ekonomi internasional, perompakan, perdagangan gelap senjata, kejahatan dunia maya, kejahatan narkotika, dan pencucian uang. Indonesia merupakan lead shepherd working group anti-terorisme.

Agenda utama Pertemuan AMMTC ke-9 antara lain serah terima Keketuaan AMMTC dari Indonesia kepada Laos. Kepolisian RI sebagai focal point AMMTC Indonesia, yang pada pertemuan ini diwakili oleh Wakapolri, Komjen Pol. Drs. Oegroseno, SH., telah menyerahterimakan keketuaan AMMTC kepada Dr. Thongbahn Seng A Phone, Menteri Keamanan Publik Laos.

Dalam sambutan dan laporan Indonesia sebagai Ketua AMMTC ke-8, Wakapolri, menegaskan kembali komitmen AMS untuk memberantas kejahatan transnasional selain menyampaikan sejumlah capaian AMMTC dalam periode 2011-2013, antara lain:

  • telah diratifikasinya Konvensi ASEAN dalam Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism - ACCT) oleh seluruh negara ASEAN;
  • dimulainya pembahasan instrumen regional yang mengikat yakni Konvensi ASEAN dalam Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang (ASEAN Convention on Trafficking in Person - ACTIP);
  • disepakatinya pembaruan program AAPTIP (Australia-Asia Program to Combat Trafficking in Person) yang merupakan kerja sama antara ASEAN dengan Australia dalam isu pemberantasan perdagangan orang; serta
  • finalisasi program kerja SOMTC 2013-2015.

Wakapolri juga menekankan bahwa capaian-capaian tersebut merupakan perkembangan yang positif dan signifikan dalam merealisasikan Komunitas ASEAN 2015.

Pertemuan AMMTC kali ini memfokuskan pada tindak lanjut hasil yang telah dicapai selama ini yakni dengan melaksanakan ACCT secara efektif oleh negara-negara anggota ASEAN. Selain itu, juga diserukan untuk segera menyelesaikan pembahasan rancangan ACTIP. Indonesia dalam hal ini, mendorong penyelesaian pembahasan ACTIP bersamaan dengan momentum Komunitas ASEAN 2015.

Pertemuan kali ini juga mengagendakan pertemuan lainnya dengan tiga Negara Mitra Wicara ASEAN yakni China, Jepang dan Korea dalam pertemuan AMMTC + 3 AMMTC + China ke-6, dan pertemuan AMMTC +Jepang yang pertama. (DHI)

alt