| MAMPU PERTAHANKAN CATATAN PRESTASI DAN EKSISTENSI BANGSA DI UNAMID, SETIAP PERSONEL SATGAS FPU IV DINILAI LAYAK PEROLEH PENGHARGAAN | ||||
|
|
(Darfur, Sudan) Pernyatan di atas diungkapkan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Sudan dan Eritrea, YM DR. Sudjatmiko, MA kepada personel Satuan Tugas FPU Indonesia IV, Kontingen Garuda Bhayangkara yang bertugas di Darfur pada misi gabungan Uni Afrika-PBB, UNAMID, yang telah memulai misinya sejak 31 Oktober tahun silam. Pernyataan yang merupakan bagian dari arahan Dubes bagi personel Satgas pada acara malam akrab di Garuda Camp pada tanggal 12 Maret 2012 tersebut menurutnya bukan tanpa dasar. Berbagai rekomendasi lisan maupun tertulis dari berbagai komponen pemangku kepentingan selama ini baik UNAMID, unsur pemerintahan Sudan maupun masyrakat Darfur telah diterimanya baik secara lisan maupun tertulis terkait performa kontingen Indonesia.
Malam akrab tersebut merupakan bagian dari agenda Dubes bersama personel Satgas FPU Indonesia IV setelah pada siang harinya menerima paparan laporan kesatuan yang disampaikan oleh Kasatgas FPU Indonesia IV, AKBP. Sugeng Muntaha, SIK. Berdasarkan laporan tersebut dan peninjauan langsung ke lapangan terhadap kondisi peralatan milik Satgas yang sebagian besar mulai berada dalam kondisi kelayakan dan kesiapan minimal untuk operasional, Dubes berharap agar Satgas patah semangat, tapi justru menjadikannya sebagai cambuk tantangan pemacu kreativitas demi tetap eksisnya Satgas FPU Indonesia di misi pemeliharaan perdamaian ini, secara sama baiknya dengan satuan tugas terdahulu. Dengan demikian, pada akhir misi nanti Satgas ini akan memiliki kebanggaan dan catatan prestasi tersendiri yang membedakannya dengan Satgas sebelumnya. Ada pun bentuk reward yang paling tepat dan akan direkomendasikannya dalam bentuk tertulis secara berjenjang berdasarkan tataran kewenangan maupun tata kerja yang berlaku antar kementrian dan lembaga adalah baik yang bersifat simbol fisik maupun non-fisik. Yang bersifat fisik tentunya berupa tanda kehormatan / satya lencana, sedangkan yang non-fisik adalah berupa kebijakan pemberian prioritas untuk memperoleh kesempatan membangun / mengembangkan kemampuan melalui jalur pendidikan pengembangan maupun prioritas pengembangan karier melalui promosi jabatan dan kepangkatan. Masih menurut Sudjatmiko, dalam kedudukannya sebagai Warga Negara Indonesia, keberadaan ke-140 personel Polri pada Satuan tugas tersebut ditambah dengan tiga personel TNI sebagai Military Observer dan tujuh WNI lain sebagai staf sipil yang berstatus UN Volunteer telah menjadi atensi KBRI. Hal ini berdasarkan amanat tugas pokok, fungsi dan peran KBRI sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 2003.
Kunjungan yang berlangsung dari tanggal 12-14 Maret tersebut selain diisi dengan agenda bersama Satgas FPU Indonesia IV juga diisi dengan kegiatan pertemuan bersama pimpinan tertinggi UNAMID yaitu Joint Special Representative, Prof. DR Ibrahim Gambari, Rektor Universitas El-Fasher dan Kepala Kepolisian Sudan bagian Darfur Utara. Dalam kesempatan tatap muka dengan JSR, Duta Besar RI sempat mengutarakan permasalahan birokrasi terkait perijinan masuk bagi lima unit APC Barracuda milik Polri di Port Of Sudan maupun visa bagi delapan Police Adviser Indonesia maupun Delegasi Supervisi Mabes Polri.
Menutup rangkaian kunjungan tersebut sebelum bertolak kembali ke Khartoum pada tanggal 14 Maret 2012, Duta Besar berpesan kepada seluruh personel Satgas melalui melalui AKBP Sugeng Muntaha agar setiap individu tetap menjaga integritas moral serta komitmen profesionalitas dalam melaksanakan tugas pengabdian di tengah-tengah tantangan dan hambatan yang dihadapi sambil tetap terus berpegang teguh pada visi Satgas FPU Indonesia IV yaitu untuk “tampil sebagai Duta Bangsa Indonesia dalam misi PBB UNAMID dI Darfur Sudan, yang mampu menunjukan profesionalisme kesatuan dan perorangan dalam melaksanakan tugas pokok selaku Formed Police Unit, tanpa mengesampingkan karakteristik positif khas Indonesia, sehingga dapat diterima oleh setiap komponen lokal maupun komunitas pergaulan internasional yang ada di misi”. (Satgas FPU Indonesia IV – UNAMID)
|



Kepolisian Australia






