Kamis, 24 April 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Berita
Jaringan Narkoba Malaysia Digulung di Kepulauan Riau
Rabu, 23 April 2014 09:56    PDF Print E-mail

VIVAnews - Dua jaringan pengedar narkoba asal Malaysia berhasil dibongkar Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai. Dari dua kasus berbeda, petugas Bea dan Cukai yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengamankan tujuh orang tersangka dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 3938 gram dan dua butir pil ekstasi.

Pada kasus pertama, petugas mengamankan tiga orang tersangka berinisial HE (44), SP (26) dan DY (32). Bersama ketiganya juga diamankan barang bukti berupa sabu seberat 100 Gram dan dua butir ekstasi.

"Dalam aksinya, para tersangka menyelundupkan narkoba melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Riau. Kemudian tersangka menyembunyikan barang haram tersebut di dalam tas jinjingnya," ujar Muhammad Sigit, Direktur Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea Cukai di kantornya, Jakarta, Selasa 22 April 2014.

Setelah melakukan pengembangan penyidikan, petugas kembali mengamankan empat tersangka yang berinisial NS (52), SD (26), WP (27), BN (26) dan barang bukti berupa sabu seberat 3838 Gram.

"Ini kasusnya tidak jauh dari kasus pertama, yakni tersangka yang merupakan jaringan Malaysia ini menyelundupkan narkoba melalui jalur laut. Tersangka diamankan petugas saat membawa narkoba melalui Tanjung Balai, Karimun. Untuk mengelabui petugas, tersangka mengemas narkotika ke dalam bungkus minuman susu," ujarnya.

Menurut Sigit dengan penangkapan tersebut, Bea dan Cukai berhasil menyelamatkan 19.690 nyawa masyarakat dari jeratan narkoba.

"Karena perbuatannya, tersangka dapat dijerat Undang-Undang Narkotika No.35 Tahun 2009 pasal 113 ayat (1) dan (2) dengan ancaman 15 Tahun penjara hingga hukuman mati," katanya.


(sumber: VIVA.co.id)

 
Konferensi Kepala NCB ke-10 tahun 2014
Jumat, 11 April 2014 16:57    PDF Print E-mail

alt

Konferensi Kepala NCB ke-10 telah diselenggarakan pada tanggal 2 - 4 April 2014 di Lyon, Perancis. Konferensi yang dihadiri oleh 280 delegasi dari 157 negara ini bertema “100 years of international police cooperation: celebrating the role of NCBs”.

Delegasi Polri untuk menghadiri pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Setyo Wasisto. Pada kesempatan ini Sekretaris NCB-Interpol Indonesia menyampaikan paparan tentang “Tracking of Fugitive of Human Trafficking” yang menggambarkan upaya dan keberhasilan Polri dalam memburu dan memulangkan Samir Musaev (pelaku perdagangan wanita) ke Uzbekistan.

alt

Konferensi ini fokus pada peran aktif NCB dalam meningkatkan penggunaan layanan dan sarana INTERPOL, juga dalam bidang kejahatan seperti terorisme, perdagangan manusia, cybercrime, perdagangan gelap dan kejahatan lingkungan hidup.

Dalam pertemuan Round-table discussion for Asia South Pacific dibahas beberapa isu diantaranya peningkatan partisipasi negara anggota dalam operasi INTERPOL, Pemanfaatan MIND/FIND dan IMEST, penugasan staf pada IGCI di Singapura, operasi dan proyek INTERPOL serta dukungan INTERPOL Liaison Office in Bangkok (LOBANG).

Dalam konferensi ini disampaikan bahwa pemanfaatan sarana INTERPOL oleh penegak hukum telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanganan kejahatan transnasional melalui perbatasan. Perluasan I-24/7 di luar NCB menjadi prioritas bagi negara anggota INTERPOL.

INTERPOL Global Complex for Innovation di Singapura akan diresmikan pada bulan September 2014 dan Grand Launching pada bulan April 2015 bersamaan dengan INTERPOL Asian Regional Conference ke-22.

INTERPOL juga meluncurkan Kampanye TURN BACK CRIME dalam meningkatkan upaya pencegahan kejahatan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pertemuan ini menghasilkan konklusi antara lain memperluas pemanfaatan database kepolisian INTERPOL, dukungan Pusat Kejahatan Digital INTERPOL bagi negara-negara anggota di bidang cybercrime, mendukung negara-negara anggota dalam upaya untuk mengidentifikasi dan melacak teroris dan pelaku kejahatan lintas negara serta menempatkan kampanye INTERPOL’s TURN BACK CRIME dalam komunikasi kepolisian nasional dan upaya-upaya pencegahan kejahatan. (DHI)

alt

 
Pertemuan Bilateral Working Group Ke-3 antara Polri dan Kepolisian New Zealand, tanggal 22 - 26 Maret 2014
Jumat, 11 April 2014 16:40    PDF Print E-mail

alt

Hubungan kerja sama kepolisian antara Polri dan Kepolisian New Zealand telah berlangsung lama dan berjalan harmonis. Hal ini telah diwujudkan dalam suatu bentuk perjanjian kerja sama tertulis berupa Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 6 Mei 2004. Perjanjian Kerja sama ini kemudian telah diperpanjang dalam bentuk Arrangement between the Indonesian National Police and the New Zealand Police on Preventing and Combating Transnational Crimes yang ditandatangi di Jakarta pada 7 Januari 2011.

Pertemuan Bilateral Working Group Polri dan Kepolisian New Zealand tanggal 22-26 Maret 2014 merupakan pertemuan yang ketiga, dimana pertemuan yang pertama dilaksanakan di Welington, New Zealand tahun 2012 dan yang kedua dilaksanakan di Jakarta tahun 2013. Pembahasan pada pertemuan yang ketiga ini lebih menitikberatkan pada capacity building, community policing program, dan inteligence sharing. Delegasi New Zeland menyampaikan bahwa dalam rangka kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah New Zealand telah menyiapkan program bantuan tahunan yang cukup besar bagi Indonesia. Program tersebut diantaranya adalah pembaharuan energi, bea siswa, manajemen bencana alam, peningkatan kapasitas teknisi panas bumi dan kegiatan community policing dengan Kepolisian New Zealand. Sebanyak 50 (lima puluh) beasiswa telah disiapkan setiap tahunnya bagi Indonesia yang diperuntukan bagi calon terpilih dari seluruh sektor pemerintahan, termasuk Polri.

Pada kesempatan ini Delegasi Polri yang dipimpin oleh Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Drs. Sugeng Priyanto, S.H., M.M., melakukan peninjauan ke Wellington Police Maritime Unit dan berkesempatan untuk menaiki kapal patroli Kepolisian Air New Zealand (Elizabeth IV) mengarungi pantai di sekitar Wellington. Kapal tersebut mampu mencapai kecepatan tinggi dan dilengkapi speed boat yang dapat digunakan setiap saat guna melakukan pengejaran atau pun SAR. (DHI)

alt

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 44