Jumat, 18 April 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Berita
Konferensi Kepala NCB ke-10 tahun 2014
Jumat, 11 April 2014 16:57    PDF Print E-mail

alt

Konferensi Kepala NCB ke-10 telah diselenggarakan pada tanggal 2 - 4 April 2014 di Lyon, Perancis. Konferensi yang dihadiri oleh 280 delegasi dari 157 negara ini bertema “100 years of international police cooperation: celebrating the role of NCBs”.

Delegasi Polri untuk menghadiri pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Setyo Wasisto. Pada kesempatan ini Sekretaris NCB-Interpol Indonesia menyampaikan paparan tentang “Tracking of Fugitive of Human Trafficking” yang menggambarkan upaya dan keberhasilan Polri dalam memburu dan memulangkan Samir Musaev (pelaku perdagangan wanita) ke Uzbekistan.

alt

Konferensi ini fokus pada peran aktif NCB dalam meningkatkan penggunaan layanan dan sarana INTERPOL, juga dalam bidang kejahatan seperti terorisme, perdagangan manusia, cybercrime, perdagangan gelap dan kejahatan lingkungan hidup.

Dalam pertemuan Round-table discussion for Asia South Pacific dibahas beberapa isu diantaranya peningkatan partisipasi negara anggota dalam operasi INTERPOL, Pemanfaatan MIND/FIND dan IMEST, penugasan staf pada IGCI di Singapura, operasi dan proyek INTERPOL serta dukungan INTERPOL Liaison Office in Bangkok (LOBANG).

Dalam konferensi ini disampaikan bahwa pemanfaatan sarana INTERPOL oleh penegak hukum telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanganan kejahatan transnasional melalui perbatasan. Perluasan I-24/7 di luar NCB menjadi prioritas bagi negara anggota INTERPOL.

INTERPOL Global Complex for Innovation di Singapura akan diresmikan pada bulan September 2014 dan Grand Launching pada bulan April 2015 bersamaan dengan INTERPOL Asian Regional Conference ke-22.

INTERPOL juga meluncurkan Kampanye TURN BACK CRIME dalam meningkatkan upaya pencegahan kejahatan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pertemuan ini menghasilkan konklusi antara lain memperluas pemanfaatan database kepolisian INTERPOL, dukungan Pusat Kejahatan Digital INTERPOL bagi negara-negara anggota di bidang cybercrime, mendukung negara-negara anggota dalam upaya untuk mengidentifikasi dan melacak teroris dan pelaku kejahatan lintas negara serta menempatkan kampanye INTERPOL’s TURN BACK CRIME dalam komunikasi kepolisian nasional dan upaya-upaya pencegahan kejahatan. (DHI)

alt

 
Pertemuan Bilateral Working Group Ke-3 antara Polri dan Kepolisian New Zealand, tanggal 22 - 26 Maret 2014
Jumat, 11 April 2014 16:40    PDF Print E-mail

alt

Hubungan kerja sama kepolisian antara Polri dan Kepolisian New Zealand telah berlangsung lama dan berjalan harmonis. Hal ini telah diwujudkan dalam suatu bentuk perjanjian kerja sama tertulis berupa Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 6 Mei 2004. Perjanjian Kerja sama ini kemudian telah diperpanjang dalam bentuk Arrangement between the Indonesian National Police and the New Zealand Police on Preventing and Combating Transnational Crimes yang ditandatangi di Jakarta pada 7 Januari 2011.

Pertemuan Bilateral Working Group Polri dan Kepolisian New Zealand tanggal 22-26 Maret 2014 merupakan pertemuan yang ketiga, dimana pertemuan yang pertama dilaksanakan di Welington, New Zealand tahun 2012 dan yang kedua dilaksanakan di Jakarta tahun 2013. Pembahasan pada pertemuan yang ketiga ini lebih menitikberatkan pada capacity building, community policing program, dan inteligence sharing. Delegasi New Zeland menyampaikan bahwa dalam rangka kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah New Zealand telah menyiapkan program bantuan tahunan yang cukup besar bagi Indonesia. Program tersebut diantaranya adalah pembaharuan energi, bea siswa, manajemen bencana alam, peningkatan kapasitas teknisi panas bumi dan kegiatan community policing dengan Kepolisian New Zealand. Sebanyak 50 (lima puluh) beasiswa telah disiapkan setiap tahunnya bagi Indonesia yang diperuntukan bagi calon terpilih dari seluruh sektor pemerintahan, termasuk Polri.

Pada kesempatan ini Delegasi Polri yang dipimpin oleh Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Drs. Sugeng Priyanto, S.H., M.M., melakukan peninjauan ke Wellington Police Maritime Unit dan berkesempatan untuk menaiki kapal patroli Kepolisian Air New Zealand (Elizabeth IV) mengarungi pantai di sekitar Wellington. Kapal tersebut mampu mencapai kecepatan tinggi dan dilengkapi speed boat yang dapat digunakan setiap saat guna melakukan pengejaran atau pun SAR. (DHI)

alt

 
WN Nigeria Kendalikan Peredaran Sabu di Jakarta
Jumat, 04 April 2014 08:37    PDF Print E-mail

Oleh rudi qunsul | Kamis, 3 April 2014 jam 14:48:47

Tim BNN berhasil membekuk jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan WN Nigeria bernama Kev. Dari jaringan ini disita sabu seberat 87 gram. Jaringan ini ternyata hampir tiap hari mengedarkan sabu dengan modus menyimpan di sebuah tempat. Dalam satu bulan mereka bisa mengedarkan lebih dari 4 kg sabu.

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di kawasan Meruya. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BNN melakukan penyelidikan. Pada tanggal 1 April 2014, tim BNN mencurigai adanya gerak gerik mencurigakan seorang perempuan di sebuah minimarket di kawasan Tanjung Duren. Perempuan ini menitipkan belanjaan pada kasir. Setelah itu ia pergi sekitar pukul 2 siang.

Setelah satu jam berselang, datang dua orang yang mengambil belanjaan tersebut di kasir. Selanjutnya tim BNN langsung mengamankan kedua tersangka yang diketahui bernama Muh dan Din (suami istri). Dari tangan keduanya disita sabu seberat 87 gram yang disembunyikan dalam kardus minuman cereal.

Tim selanjutnya melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan wanita bernama Cin (tersangka yang menitipkan barang di kasir) di kostnya di kawasan Meruya. Dari keterangan Cin, ia sudah melakukan modus nitip barang di kasir sebanyak 3 kali di tempat yang sama, dengan variasi berat sabu antara 100-300 gram.

Menurut Cin, peredaran narkoba ini dikendalikan oleh Kev, WN Nigeria yang ia akui sebagai suaminya. Sekitar pukul 11 malam, Kev tiba di kost tersebut, dan selanjutnya ia diamankan oleh tim BNN. Menurut pengakuan Kev, barang bukti sabu yang disita itu merupakan stock terakhir yang dia pegang dan edarkan. Kev adalah WN yang sudah kost di kawasan Meruya lebih dari 2 tahun. Ia mengaku sebagai pelaku usaha eksportir pakaian.

(sumber: BNN.go.id)

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 44