Minggu, 26 April 2015
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Berita
“No mercy for Ocean Robber”
Senin, 20 April 2015 12:07    PDF Print E-mail

alt

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Drs. Setyo Wasisto menyampaikan paparan pada pada 22nd Asian Regional Conference (ARC), 16 April 2015 di Singapura dengan judul “fighting IUU (Illegal, Unreported and Unregulated) fishing: Save our Sea Resources for Better Future Generation”.

Sebagai Negara dengan potensi kelautan dan sumber daya ikan laut besar dunia, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang memberikan kontribusi tinggi bagi negara. Namun seiring dengan meningkatnya kejahatan transnasioal, maka masalah perikanan menjadi semakin komplek dan serius yang berdampak kepada kerugian ekonomi dan generasi bangsa.

Pemerintah Indonesia menegaskan kebijakan untuk memerangi kejahatan IUU dan mengusulkan untuk menjadikan IUU sebagai salah satu bentuk kejahatan transnational crime. Dan juga menyerukan peningkatan kerjasama internasional kepada segenap anggota Interpol, khususnya di kawasan Asia Pasifik serta memerangi kejahatan IUU.

alt

alt

 
Seminar “Mapping and Evaluating Deradicalization and Disengagement Program in ASEAN” dan “Conflict Resolution and Anti-Terrorism in ASEAN Countries”
Selasa, 14 April 2015 16:55    PDF Print E-mail

alt

SOMTC Indonesia bekerja sama dengan Ditpolkam ASEAN Kemlu RI dan Institutes for Society Empowerment (INSEP) serta Japan-ASEAN Intergrated Funds (JAIF) telah melaksanakan kegiatan Seminar “Mapping and Evaluating Deradicalization and Disengagement Program in ASEAN” dan “Conflict Resolution and Anti-Terrorism in ASEAN Countries” pada tanggal 1 s.d. 4 April 2015 di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta. Seminar dibuka oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen. Pol. Drs. Sugeng Priyanto, S.H., M.A., dihadiri oleh perwakilan SOMTC negara-negara anggota ASEAN (kecuali Kamboja, Laos, dan Singapura), Sekretariat ASEAN, dan para peneliti dari INSEP. Seminar tersebut dimaksudkan untuk mendiseminasikan hasil seminar dari 2 (dua) proyek penelitian yang merupakan bagian dari 5 (lima) proyek usulan SOMTC Indonesia dalam kerangka kerja sama ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue (AJCTD) fase ke-2 (2012-2015). Seminar tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Seminar “Conflict Resolution and Anti-Terrorism in ASEAN Countries” bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh konflik internal terhadap munculnya radikalisme dan ekstrimisme di sejumlah negara anggota ASEAN dan menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mengelola dan menyelesaikan konflik internal sebagai bagian dari kebijakan anti-terorisme dan kontra-radikalisme. Penelitian difokuskan pada kasus-kasus di Indonesia, Thailand, dan Filipina sebagai tiga negara anggota ASEAN yang memiliki jumlah serangan teror tertinggi di kawasan.

  2. Seminar "Mapping and Evaluating De-radicalization and Disengagement Programs in ASEAN” bertujuan untuk mendeskripsikan program-program deradikalisasi dan disengagement di beberapa negara ASEAN serta evaluasi terhadap program tersebut. Penelitian difokuskan pada program-program deradikalisasi dan disengagement di Indonesia dan Filipina sebagai dua negara anggota ASEAN yang paling marak dengan radikalisme dan terorisme.

alt

 
Konferensi Kepala NCB INTERPOL ke-11 di Lyon, Perancis
Kamis, 09 April 2015 09:46    PDF Print E-mail

alt

Annual Head of National Central Bureau (NCB) INTERPOL Conference (Konferensi Tahunan Para Kepala NCB INTERPOL) mulai dilaksanakan pada tahun 2005 yang bertujuan untuk meningkatkan peran NCB INTERPOL yang lebih efektif dan komprehensif. Pada tahun ini Konferensi Kepala NCB menginjak tahun ke-11 yang dilaksanakan di kantor pusat INTERPOL di Lyon, Perancis, pada tanggal 24 - 28 Maret 2015. Pertemuan ini diikuti oleh 300 delegasi berasal dari 148 NCB, Sub-Regional Bureau/Liaison Office, IGCI, EUROPOL, Setjen ICPO-INTERPOL. Peserta dari Indonesia diwakili oleh Sekretaris NCB INTERPOL Indonesia, Brigjen Pol Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Pertemuan kali ini membahas tentang strategi INTERPOL dalam memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir, membantu dalam menangani konflik kawasan, perspektif regional, peningkatan pelayanan dan peralatan INTERPOL, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi serta perkembangannya di masa datang.

Pemanfaatan peralatan dan pelayanan INTERPOL oleh penegak hukum telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi penanganan kejahatan transnasional melalui perbatasan. Terkait dengan permasalahan Foreign Terrorist Fighters (FTF), dinyatakan bahwa permasalah ini bukan hanya menjadi tanggungjawab negara tujuan atau transit, namun juga menjadi tanggungjawab negara asal dalam mencegah atau meminimalisasi mobilitas mereka ke Suriah dan Irak

Beberapa proyek dan operasi yang akan digelar pada 2015 di kawasan Asia dan Pasifik Selatan yaitu Operasi SOGA, Operasi INFRA RED, Operasi STORM, Operasi PANGEA, Operasi SUNBIRD, Operasi STONE dan Operasi CONNEXUS.

Konferensi Kepala NCB tahun ini telah menghasilkan 4 (empat) konklusi yaitu mendukung negara-negara anggota dalam upaya mengidentifikasi dan melokalisasi Foreign Terrorist Fighters (FTF), pengembangan pelayanan dan peralatan INTERPOL di luar NCB secara online, peningkatan kerja sama antara NCB dan lembaga penegakan hukum, serta mendorong negara-negara anggota untuk melaporkan kebutuhan dan ekspektasi kepada Sekretariat Jenderal INTERPOL secara berkesinambungan (INTERPOL 2020).

alt

alt

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 59