Senin, 29 Desember 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
Berita
AirAsia Bekerja Sama Dengan INTERPOL Tingkatkan Keamanan Penerbangan
Jumat, 05 Desember 2014 21:23    PDF Print E-mail

alt

Seiring dengan meningkatnya perjalanan dan bisnis internasional, tantangan keamanan yang dihadapi oleh pemerintah dan sektor swasta semakin meningkat dan unik. Pada saat yang sama, kriminal terus mengeksploitasi konektivitas dan teknologi untuk aktivitas mereka. Para kriminal sering menggunakan dokumen palsu/ilegal untuk menyembunyikan identitas mereka, ketika melakukan pemesanan tiket pesawat, membuka rekening bank atau memesan hotel.

Untuk mengatasi hal tersebut, INTERPOL berinovasi membuat I-Checkit yaitu suatu alat yang dapat diintegrasikan dengan sektor komersial/ swasta untuk mencegah tindak kriminal. Melalui alat ini dokumen perjalanan ilegal yang digunakan para pelaku kejahatan dapat terdeteksi, sehingga para kriminal dapat diminimalkan dalam cakupan yang lebih luas. Ini merupakan standar baru dalam meningkatkan keamanan maskapai melalui penyaringan paspor penumpang internasional dalam database INTERPOL. Maskapai kini tidak harus lagi sepenuhnya mengandalkan pemeriksaan keaslian paspor melalui database imigrasi dan polisi negara setempat untuk melindungi penumpang dari ancaman teroris dan kriminal yang menggunakan paspor palsu/ ilegal dalam penerbangan.

Keuntungan dari penggunaan I-Checkit System menjadikan penerbangan yang Aman dengan AirAsia. Peningkatan keamanan penumpang sekaligus mendukung tujuan kami (AirAsia) untuk menawarkan tarif rendah, namun dengan menambahkan jaminan yang diberikan oleh sistem I-Checkit. AirAsia tidak lagi harus bergantung hanya pada screening paspor yang dilakukan oleh Negara untuk menjaga penumpang aman dari teroris dan kriminal lain yang menggunakan paspor curian untuk terbang, kata Bapak Sunu Widiyatmoko, CEO AirAsia Indonesia.

Dengan adanya keuntungan tersebut, AirAsia menyambut baik untuk melakukan kerja sama dengan INTERPOL untuk penggunaan alat INTERPOL ini. AirAsia merupakan airline pertama yang mengimplementasikan INTERPOL I-Checkit System. Sistem ini akan terintegrasi dengan seluruh area operasi internasional AirAsia, yang meliputi 100 jaringan bandara di seluruh Asia dan 600 penerbangan internasional per-hari untuk lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

Untuk meresmikan penggunaan INTERPOL I-Checkit System ini, AirAsia telah melaksanakan media gathering pada tanggal 4 Desember 2014, dengan mengundang perwakilan instansi penegak hukum, termasuk NCB INTERPOL Indonesia dan Polri. Pada kesempatan ini telah dilakukan sosialisasi dan tanya jawab kepada awak media oleh Brigjen Pol Drs Setyo Wasisto, Sekretaris NCB INTERPOL Indonesia, Bapak Sunu Widiyatmoko, CEO AirAsia Indonesia, dan Brigjen Pol Drs. Boy Rafli, Karopenmas Polri. (DHI)

alt

alt

alt

 
Upaya Penguatan Peran Inter-Agensi dan Sektor Swasta Dalam Menanggulangi Kejahatan Transnasional
Jumat, 05 Desember 2014 21:01    PDF Print E-mail

alt

Dengan mengambil tema “Meningkatkan Kerja Sama dan Koordinasi Serta Penguatan Peran Inter-agensi dan Sektor Swasta Dalam Rangka Menanggulangi Kejahatan Lintas Negara”, NCB INTERPOL Indonesia telah menyelenggarakan Pertemuan tahunan Tim Koordinasi INTERPOL pada tanggal 3 Desember 2014. Forum tersebut merupakan wadah kerja sama antara lembaga penegak hukum di Indonesia dalam upaya memerangi dan memberantas kejahatan transnasional untuk mewujudkan keamanan nasional. Tujuan Tim Koordinasi INTERPOL adalah mempermudah, mempercepat dan meningkatkan kerja sama dan koordinasi antar komponen-komponen Polri dan Instansi lain yang terkait dengan bidang tugas NCB INTERPOL Indonesia sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia dalam keanggotaan INTERPOL.

Pertemuan tahunan ini dibuka secara resmi oleh Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Drs. Sugeng Priyanto, S.H., M.A. dan dihadiri oleh 100 (seratus) peserta dari berbagai satuan kerja Polri dan instansi penegak hukum terkait, serta sektor swasta yaitu: PT. Garuda Indonesia, PT. AirAsia, PT. Lion Air dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia. Ikut berpartisipasi dalam Pertemuan Tim Koordinasi INTERPOL 2014 ini 6 (enam) orang narasumber dari NCB INTERPOL Indonesia, BPOM, Kementerian Kehutanan, Ditjen Bea Cukai, PT AirAsia, dan PT Garuda Indonesia.

Pada pertemuan tersebut ditekankan tentang pentingnya peningkatan kerja sama dan koordinasi inter-agensi dalam memerangi kejahatan transnasional yang semakin hari semakin meningkat, baik dalam kejahatan farmasi, kejahatan lingkungan hidup dan narkotika, dimana kejahatan yang dilakukan saat ini sudah bersifat terorganisasi dan satu kejahatan terkait dengan kejahatan lainnya. Dengan teknologi informasi yang semakin canggih, semua kejahatan yang dilakukan saat ini cenderung lebih banyak bersifat digital, sehingga kejahatan cyber menjadi primadona dan perlu penanganan yang lebih khusus.

Dalam menanggulangi kejahatan tidak hanya dilakukan secara represif, namun juga yang tidak kalah penting adalah dilakukan dengan cara preventif. Dalam upaya ini INTERPOL melakukan inovasi dengan bekerja sama dan memperkuat peran sektor swasta, khususnya penerbangan, perhotelan dan perbankan untuk bersama-sama memberantas kejahatan ini melalui penggunaan I-Checkit yaitu peralatan INTERPOL untuk pengecekan dokumen perjalanan ilegal.

Sebagai pilot project dalam upaya ini, INTERPOL telah bekerja sama dengan penerbangan AirAsia sebagai penerbangan pertama yang menggunakan alat ini untuk membantu penegak hukum dalam mendeteksi para pelaku kejahatan. (DHI)

alt

alt

alt

 
Nota Kesepahaman Antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kepolisian Hong Kong
Rabu, 26 November 2014 15:59    PDF Print E-mail

alt

Pada tanggal 3 November 2014 bertempat di Hotel Hermitage, Monaco, di sela-sela Sidang Umum Interpol ke 83 tahun 2014, telah dilaksanakan penandatangan nota kesepahaman antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kepolisian Hong Kong dalam pencegahan dan penanggulangan kejahatan internasional dan pengembangan kapasitas. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Irjen Pol Drs Sugeng Priyanto, SH, MA, Kadivhubinter Polri dengan Senior Assistant Commissioner LO Mung-Hung, Director of Crime and Security Hong Kong Police Force dan disaksikan oleh Komjen Pol Drs Badrodin Haiti, Wakapolri.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu upaya Polri guna menekan berkembangnya kejahatan lintas negara yang saat ini menjadi salah satu tugas bersama kepolisian dan penegak hukum di seluruh dunia.

Penandatanganan nota kesepahaman ini juga mempunyai nilai penting bagi Polri bagi upaya perlindungan terhadap WNI yang berada di luar negeri, khususnya di Hong Kong. Seperti kita ketahui beberapa waktu yang lalu telah terjadi penyiksaan terhadap TKI Erwiana Sulistiyaningsih di Hong Kong, yang tentunya memerlukan perhatian serius dari Polri. Dengan adanya nota kesepahaman ini diharapkan kegiatan koordinasi, pertukaran data dan pertukaran informasi akan lebih mudah dan cepat. (DHI)

alt

alt

alt

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 55