Sabtu, 19 Mei 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
Berita
Kerjasama Police to Police Dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan Dua WNI A.n. Sugiyono dan Lasemi di Johor Bahru
Senin, 14 Mei 2012 14:45    PDF Print E-mail

Pertemuan Stafnis/LO Polri Johor Bahru dengan ACP RUSLAN selaku Kepala Polis
Daerah Johor Bahru Utara (setingkat Kapolresta)

 

Berawal dari laporan yang diperoleh Stafnis/LO polri Johor Bahru pada tanggal 02 Mei 2012  tentang terjadinya pembunuhan dua WNI suami isteri di rumah korban di Johor Bahru, Malaysia.  Korban yang bernama Sugiyono kesehariannya bekerja menjual bakso dan nasi di sekitar area rumahnya di Johor Bahru, Malaysia. Sedangkan istri Sugiyono yang bernama Lasemi bekerja membantu suami menjual bakso dan nasi.

Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi bahwa kehadiran korban di lingkungan rumah diterima dengan baik dan belum pernah berbuat permasalahan.  Usaha dagangnya tergolong laris dan makanannya terasa enak sehingga banyak pengunjung yang datang. Korban ditemukan pertama kali pada tanggal 28 April 2012 di rumahnya, karena para tetangga mencium bau bangkai mayat di rumah korban.  Setelah rumah korban dibuka paksa, ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi dengan bersimbah darah di sekitar kepalanya. Atas kejadian tersebut, salah satu tetangga menghubungi pihak kepolisian untuk dilakukan penyidikan.

Hasil koordinasi Stafnis/LO Polri Johor Bahru dengan Kepala Polis Daerah Johor Bahru Utara (setingkat Kapolresta) ACP RUSLAN, telah membenarkan adanya kasus pembunuhan WNI suami isteri di  Jalan Camar 15 Taman Perling, 81300, Johor Bahru.  Sekarang sedang dalam proses penyidikan yang diketuai oleh ASP ARBAE MAKDOR.

Upaya perlindungan dan bantuan hukum kepada korban, ditindaklanjuti melakukan pertemuan dengan ASP ARBAE MAKDOR selaku chief investigation Polis Daerah Johor Utara. Dikatakannya bahwa pada saat tim investigation mendatangi TKP untuk melakukan TPTKP telah ditemukan kedua mayat korban yang sudah membusuk.  Selanjutnya kedua mayat di bawa ke rumah sakit Sultan Aminah Johor Bahru untuk dilakukan otopsi oleh dokter forensic.  Hasil otopsi menyimpulkan bahwa telah terjadi benturan benda tumpul yang sangat keras di kepala dan dada korban.

Selama proses penyidikan, tim investigation dibantu anjing pelacak yang mengarah pada satu rumah tetangga korban.  atas petunjuk tersebut, tim investigation melakukan penahanan terhadap lima orang WNI selama empat belas hari guna dimintai keterangan dalam proses penyidikan.

Kamar korban pada saat korban ditemukan meninggal

Dalam proses penyidikan terhadap kelima WNI tersebut, tidak cukup bukti yang bersangkutan melakukan tindak pidana pembunuhan, secepatnya pada tanggal 11 Mei 2012 akan di bebaskan.

Sebagai ungkapan turut berduka duka, KJRI Johor Bahru telah menyampaikan bela sungkawa kepada anak kandung korban, serta diberikan kesempatan kepadanya untuk melihat makam kedua orang tuanya yang akan di fasilitasi oleh KJRI Johor Bahru.  Selain itu, pihak KJRI memberikan bantuan pengadaan batu nisan di tempat pemakaman korban.  Terkait dengan proses penyidikan, pihak KJRI akan mendampingi selama proses penyidikan berlangsung.

 
Police Adviser Garuda Bhayangkara UNAMID 2
Kamis, 10 Mei 2012 15:16    PDF Print E-mail

Foto bersama Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Boy Salamuddin dengan personel Police Adviser Garuda Bhayangkara UNAMID 2 yang akan diberangkatkan ke Sudan pada tanggal 8 Mei 2012 

 
Sepeda Motor Dicuri di Amsterdam, Jeffrey Polnaja Bertekad Teruskan Misi Keliling Dunia
Senin, 07 Mei 2012 11:57    PDF Print E-mail

AMSTERDAM -- Penjelajah dunia asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, menyatakan tidak patah semangat dan akan terus berjuang melanjutkan misi berkeliling dunia kendati sepeda motor besar BMW R1150GS Adventure yang menjadi sahabat perjalanannya hilang dicuri di Amsterdam, Belanda.

Jeffrey sendiri baru menyadari sepeda motornya telah lenyap pada Jumat (4/5) pagi kemarin, sekitar pukul 08:00 waktu setempat. Kehilangan sepeda motor ini sangat tidak diduga pria asal Bandung tersebut. Pasalnya, Jeffrey memarkir di depan kantor kepolisian yang dinilai sangat aman terhadap aksi pencurian.

"Kabar ini tentu tidak menyenangkan, namun kehilangan sepeda motor tidak sedikit pun menyurutkan misi keliling dunia kedua Ride for Peace. Tekad saya jalan terus, api tak boleh padam," kata Jeffrey.

"Tekad saya sudah bulat, walau kehilangan motor perjalanan Ride for Peace akan tetap berlanjut, seperti moto Wind Rider: The Road May End, But Not The Spirit of Brotherhood and Peace. Kita buktikan bahwa kita bangsa besar dan kita tidak akan berhenti walau rintangan besar menghadang," sebutnya.

Jeffrey mengaku terakhir memarkir motor tersebut pada Kamis (3/5) tengah malam, tatkala dirinya ingin bermalam di Hotel BackStage, di jalan Leidsegracht 114, Amsterdam-Centrum.

Hotel yang berada tepat menghadap sungai itu memang tidak memiliki lahan parkir yang cukup baik, karena terbuka di sisi jalan. Dengan alasan keamanan dan saran petugas di hotel, Jeffrey memarkirkan sepeda motornya di lahan parkir di depan hotel yang berada tidak jauh kantor polisi Lijnbaansgracht Distric 1.

"Sewajarnya sebuah kantor polisi lebih aman dari aksi kejahatan. Namun di Belanda faktanya bisa terbalik. Saya berharap polisi bisa membantu menemukan, walau kerja mereka lebih lambat dari dugaan saya," ujarnya.

Ditambahkan Jeffrey, kini dirinya telah dibantu pihak Pensosbud (Penerangan, Sosial dan Budaya) KBRI Den Haag (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Bonifiatus Herindra, dan atase Kepolisian Republik Indonesia Ary Laksama Widjaja yang secara khusus datang ke Amsterdam dari Den Haag.

"Utusan KBRI dan Atase Kepolisian RI datang ke Den Haag, Sabtu (5/5) pagi. Sekarang kepolisian Belanda mulai serius menangani kasus kehilangan sepeda motor saya setelah pihak perwakilan turun tangan," ungkapnya.

Sebuah sumber di kepolisian setempat menyatakan R1150GS kepunyaan Jeffrey sempat terlihat di Titus van Rijnstraat, dekat kawasan Andreas Ensemble. Meski begitu, media lokal menyebut polisi tidak melakukan tindakan apapun.

Jeffrey sendiri optimis seharusnya pihak kepolisian Belanda mudah melacak sepeda motornya. "Di depan kantor polisi ada kamera CCTV yang mustinya bisa digunakan untuk melacak pencuri. Tapi kita tidak tahu, mungkin saja kamera itu tidak aktif."

Jeffrey menambahkan, menurut warga setempat kasus pencurian kendaraan bermotor tidak terungkap sudah sering terjadi di Amsterdam. Kenyataan tersebut membuat masyarakat apriori terhadap kerja polisi setempat.

Hilangnya sepeda motor Jeffrey di Amsterdam juga telah diberitakan media-media lokal. Hal ini membuat sepanjang Sabtu (5/5) Jeffrey menerima banyak ungkapan simpati, baik yang disampaikan melalui telepon, pesan singkat, maupun surat elektronik.

Jeffrey sangat berharap sepeda motor buatan 2005 yang telah menjelajahi 72 negara di dunia pada misi Ride for Peace pertama bisa kembali. "Saat ini saya masih terus menunggu kabar dari pihak kepolisian. Semoga ada berita bagus dan motor bersejarah bagi Indonesia itu dapat dikembalikan," harapnya.

Jeffrey sendiri akan menunggu selambat-lambatnya hingga dua minggu ke depan. Apabila sepeda motor tersebut tidak juga ditemukan, Jeffrey akan menggunakan sepeda motor pengganti dari model dan tahun yang sama.

Hanya saja Jeffrey berharap dirinya masih diperkenankan menggunakan plat nomor polisi Bandung, yaitu "D 5010 JJ", sebagai identitas. Seperti diketahui,  nomor yang bermakna "Solo JJ" tersebut telah dikenal di mancanegara dan digunakan pada misi Ride for Feace pertama pada 2006 hingga 2008.

Jeffrey berada di Amsterdam dalam bagian uji coba kendaraan sebelum digunakan menjelajahi dunia tahap kedua yang akan dimulai dari Paris pada 13 Mei yang akan datang. Sejauh ini uji coba motor tersebut baru mencatat total jarak sekitar 1.000 kilometer menjelajahi Belgia dan Belanda.

Perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Pada kesempatan ini, Jeffrey mengemban misi "Ride for Peace - Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels." Pelepasan Jeffrey telah dilakukan di Jakarta pada 23 April 2012.

Rencananya, Jeffrey akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Penjelajahan kedua ini tak kalah menantang dari misi pertama, di mana dia melintasi negara-negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Jeffrey direncanakan tiba kembali di Jakarta pada tahun 2014.

(Atase Polri di Den Haag)

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 13