Saturday, 22 November 2014
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)
KUNJUNGAN RESMI USG UNDPKO KE MABES POLRI
Thursday, 05 April 2012 08:16    PDF Print E-mail
There are no translations available.

KAPOLRI bersama Pejabat Utama Mabes Polri bergambar bersama dengan Mr.  Harvé Ladsous (USG UNDPKO) didampingi Penmil PTRI Laksamana  Pertama Budiharjo Raden didepan patung Gajah Mada Mabes Polri dengan para Peacekeeper Polri sebagai latar belakang

Kamis, 22/03/2012 Kapolri didampingi Irwasum Polri Irjen Pol Drs. Fajar Prihantoro, Kabaharkam Polri  Irjen Pol  Drs. Imam Soedjarwo, S.H., M.Si, Asrena Kapolri  Irjen Pol Drs. Pujianto, Kadivhubinter Polri Irjen Pol Boy Salamuddin dan Kakorbrimob Polri Irjen Pol Drs. Safei Aksal serta Karomisinter Brigjen Pol Drs. Widyo Sunaryo menerima kunjungan kehormatan United Nations Under Secretary General for Peacekeeping (USG UNDPKO) H.E. Mr.  Harvé Ladsous.

Diterima di ruang kerja Kapolri, Trunojoyo 3 Jakarta Selatan, Ladsous menyampaikan kesannya yang mendalam tentang keramah-tamahan Kapolri dan orang Indonesia pada umumnya yang begitu lekat dalam perasaannya, mengingat Mr. Harve pernah bertugas sebagai Duta Besar Perancis untuk Indonesia pada beberapa tahun yang lalu.

Angin segar bagi keterlibatkan Polri pada misi-misi Internasional ditandai dengan begitu menariknya beberapa topik yang merupakan sasaran pembicaraan selama kunjungan USG UNDPKO di Trunojoyo 3. Salah satunya adalah perlunya Indonesia memiliki mekanisme UN Standby Force (UNSAS) yang mendapatkan approval dari pihak UN untuk dideploy pada UN Mission setiap saat dibutuhkan. Dalam hal ini Indonesia telah membuka Indonesia Peacekeeping and Security Center (IPSC) di Sentul yang salah-satu misinya adalah untuk mempersiapkan kontingen sebagai UN Standby Force dan Center Peacekeeping ASEAN dan Regional Asia.

Berlanjut pada topik berikutnya, September 2011, terdapat 43 personil Polri yang telah lulus standarisasi dari United Selection Assistance Team (UNSAT) dan siap ditempatkan sebagai UN Police untuk berbagai misi Perdamaian PBB, namun demikian hingga saat ini baru 24 personil Polri yang mendapat approval untuk diberangkatkan pada misi PBB di MINUSTAH-Haiti, UNAMID-Darfur dan UNMISS-Sudan Selatan. Oleh karenanya dimohon agar diberikan perhatian khusus bagi percepatan kepada 16 personil Polri yang belum mendapat alokasi penempatan misi Perdamaian PBB.

Disampaikan oleh Kapolri, hingga saat ini masih terdapat 8 personil Polri yang masih menunggu approval visa Sudan untuk ditempatkan pada misi PBB di UNAMID-Darfur dan UNISFA-Abyei. Berdasarkan informasi terakhir, pihak pemerintah Sudan Utara masih memperketat dan cenderung membatasi proses pengeluaran visa Sudan. Dalam hal ini dimohon agar diinformasikan perkembangan upaya pendekatan dari pihak UNDPKO kepada Pemerintah Sudan khususnya terkait isu visa tersebut.

Topik-topik tersebut menjadi catatan khusus bagi H.E. Mr. Harve Ladsous dan dijanjikan untuk menjadi prioritas pada masa yang akan datang. Dan, sesi foto bersama di Monumen Gajah Mada Mabes Polri menjadi agenda terakhir kunjungan ini.