Saturday, 19 May 2012
Indonesia (Bahasa Indonesia)English (United Kingdom)French (Fr)
Misi PBB
Police Adviser Garuda Bhayangkara UNAMID 2
Thursday, 10 May 2012 15:16    PDF Print E-mail
There are no translations available.

Foto bersama Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Boy Salamuddin dengan personel Police Adviser Garuda Bhayangkara UNAMID 2 yang akan diberangkatkan ke Sudan pada tanggal 8 Mei 2012 

 
Garuda Bhayangkara Polri menuju Jantung Afrika
Wednesday, 04 April 2012 11:29    PDF Print E-mail
There are no translations available.

“.........Police Advisors Polri harus mampu menjunjung tinggi HAM, bekerja secara profesional dan proporsional, netral dalam bersikap, menjaga nama baik bangsa dan negara dan mampu menyesuaikan diri secepatnya dengan situasi yang dihadapi serta arif dalam pengambilan keputusan...”, ujar Kadivhubinter Polri, Irjen Boy Salamuddin.

Garuda Bhayangkara Polri VIIB 2012 beranggotakan enam orang (AKBP IR. I Gusti Ngurah Agung Suandika, Sst.MK/ Divhubinter Polri, AKBP Don Gaspar Mikel da Costa, S.H., Dipl Tr./ Sops Polri, AKP Eppy Dortua Sinaga, S.Sos/ Lemdikpol, IPTU Eduardus Budi H, S.S./ Polda Sulsel, AIPDA Nedra Waty/ Polda Sumbar dan Brigadir June Carla Nanariain/ Polda Maluku),  dikirim oleh Mabes Polri pada Senin dini hari 2 April 2012 melalui terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta Banten, untuk bertugas sebagai Police Advisor pada Misi Perdamaian PBB di Negara Baru, Sudan Selatan yang terletak di Jantung Afrika.

Pemberangkatan Kontingen ini didasari oleh amanat dari Pembukaan UUD 1945 alinea keempat; “....dan ikut melaksanakan ketertiban dunia...”, landasan Yuridis pasal 41 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002, (3) Kepolisian Negara Republik Indonesia membantu secara aktif tugas pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa), Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1996 tanggal 9 Juli 2011 dan Surat Perintah Kapolri Nomor Sprin/443/III/2012.

Berdasarkan Mandat PBB bagi Polisi PBB yang bertugas di Sudan Selatan, Garuda Bhayangkara Polri VIIB 2012 akan melaksanakan kegiatan-kegiatan Reform and Restructuring (reformasi dan restrukturisasi), Capacity Building (Membangun dan meningkatkan kemampuan), Training (pelatihan), Co-location (pendampingan) dan Mentoring (bimbingan) bagi Polisi Sudan Selatan yang baru terbentuk setelah berpisahnya Negara Bagian Sudan Selatan dari Negara Republik Sudan pada tanggal 8 Juli 2011 menjadi sebuah Negara baru dengan ibukota Juba.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Inspektur Jenderal Boy Salamuddin atas nama Kapolri, secara resmi melepas Garuda Bhayangkara Polri VIIB 2012 di Ruang Kerja Kadiv Hubinter Polri Jakarta, Jumat, 30/03/2012. “Sebagai UN Peacekeeper, Police Advisors Polri harus mampu menjunjung tinggi HAM, bekerja secara profesional dan proporsional, netral dalam bersikap, menjaga nama baik bangsa dan negara dan mampu menyesuaikan diri secepatnya dengan situasi yang dihadapi serta arif dalam pengambilan keputusan berdasarkan mandat PBB. Selalu berdoa, menjaga kebugaran, kesehatan dan keselamatan serta selalu memelihara komunikasi dengan Induk Kesatuan”, ujarnya pada acara tersebut.

Mengawali sambutannya, Jenderal Bintang Dua yang energik, ramah dan tegas ini mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kepercayaan PBB yang terus-menerus diberikan bagi Polri dalam operasi-operasi pemeliharaan perdamaian dunia sejak pertama kali Polri terlibat dalam misi PBB pada tahun 1992 di Namibia. Boy Salamuddin menekankan Police Advisors Polri agar dalam memainkan perannya sebagai global player (sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutannya di Sentul Maret 2012 saat acara tatap muka dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon dan dengan para Indonesian Peacekeepers), selalu bekerja optimal, efektif, dan profesional guna menjaga dan meningkatkan kepercayaan dunia pada bangsa Indonesia terutama bagi Polri, serta tetap menjaga jati diri sebagai Bangsa Indonesia yang pandai menempatkan diri pada tataran Internasional

Para Bhayangkara dan Srikandi Polri yang tergabung dalam Garuda Bhayangkara VIIB 2012 untuk misi di Sudan Selatan sebagai Kontingen Polri pertama di Jantung Afrika tersebut bukan merupakan kontingen pertama Polri pada kegiatan-kegiatan pelayanan Internasional untuk kemanusiaan karena, sesungguhnya Polri telah cukup lama berperan aktif dalam berbagai misi perdamaian dunia dengan nama Kontingen Garuda Indonesia (saat masih bergabung sebagai ABRI), dimulai tahun 1989-1990 di Namibia (UNTAG), 1992-1993 di Kamboja (UNTAC), 1993-1994 di Mozambik (UNOMOZ), 1994-1995 di Kroasia (UNPROFOR), 1996-1998 di Slovenia Timur (UNTAES) maupun tahun 1996-2002 di Bosnia (UNMIBH).

Pasca berpisahnya TNI dan Polri pada tahun 1999, pada tahun 2002 untuk pertama kalinya Polri mulai memakai nama Garuda Bhayangkara Polri pada misi-misi Internasionalnya. Garuda Bhayangkara Polri I 2002 di UNAMA Afganistan (Police Monitor), Garuda Bhayangkara Polri IIA 2007 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri IIB 2007 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri IIIA 2008 di UNAMID Darfur (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri IIIB 2008 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri IIIC 2008 di UNAMID Darfur (FPU Indonesia I), Garuda Bhayangkara Polri IIID 2008 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri IVA 2009 di UNAMID Darfur (FPU Indonesia II), Garuda Bhayangkara Polri IVB 2009 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri VA 2010 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri VB 2010 di UNMIS Sudan (Police Advisor), Garuda Bhayangkara Polri VC 2010 di MINUSTAH Haiti, Garuda Bhayangkara Polri VD 2010 di UNAMID Darfur (FPU Indonesia III), Garuda Bhayangkara Polri VI 2011 di UNAMID Darfur (FPU Indonesia IV), Garuda Bhayangkara Polri VIIA 2012 di MINUSTAH Haiti (Police Advisor), dan Garuda Bhayangkara Polri VIIB 2012 yang terdiri dari enam orang (empat Perwira dan dua Bintara) akan bertugas di UNMISS Sudan Selatan sebagai Police Advisor selama 12 bulan.

Selamat bertugas, para Bhayangkara Polri!!! All the best.

 

 

 

 

 


 
Kembalinya Kontingen Police Adviser Garuda Bhayangkara I dari misi MINUSTAH, Haiti
Tuesday, 31 January 2012 13:31    PDF Print E-mail
There are no translations available.

Dari kiri ke kanan : Agung Kanigoro N, Taufik Noor Isya ( masih di Misi), Zaenal Arifin, Eka Syarif N, Juliarman Pasaribu, Dhany Kamal (masih di Misi) ,
Asmida Rizky S, Ganda Tambunan, Anno Soembolo, Dongan Pardamean Ambarita

Gempa bumi yang melanda Port au Prince Haiti, pada tanggal 12 Januari 2010 silam, telah meningkatkan permasalahan yang harus dihadapi oleh MINUSTAH (Mission des Nation Unies pour la Stabilisation en Haiti). Tak terhitung korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan oleh bencana ini, sehingga  menciptakan ancaman bagi kemanusiaan dan peradaban di Haiti. Selain itu banyaknya warga yang harus tinggal di kamp pengungsian berpotensi sangat besar untuk meningkatkan jumlah kriminalitas dan Endemic penyakit Kolera yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Menyadari adanya peningkatan gangguan ini, PBB mengeluarkan resolusi No. 1944 tanggal 15 Oktober 2011 untuk meningkatkan jumlah personel MINUSTAH termasuk jumlah Police Adviser dan mengundang negara-negara yang belum mengirimkan personelnya ke Haiti termasuk Pemilu Presiden Haiti yang dilaksanakan akhir 2010.

7 (tujuh) Police Adviser  berangkat siang itu 24 Januari 2012 di Bandara Tousaint de Louverture, Port au Prince, meninggalkan tempat tugas di Haiti, sebuah pengabdian di tanah yang belum pernah diinjakkan kakinya oleh Polisi Indonesia satu tahun yang lalu. Polri mengirimkan 10 ( Sepuluh ) personilnya yang telah melewati proses seleksi yang komprehensif, baik yang dilaksanakan oleh Mabes Polri maupun PBB. Pada tanggal 23 Juli 2010 kesepuluh personel berangkat ke Misi PBB MINUSTAH di Haiti. Kontingen pertama Police Adviser di MINUSTAH ini dibagi menjadi dua tim keberangkatan karena permasalahan US visa. Ketujuh orang yang pulang saat ini adalah tim pertama dan masih meninggalkan dua orang yang bertugas sampai Maret 2012 dan satu orang yang telah mendahului pada bulan September karena tidak diperpanjang masa dinasnya di Misi MINUSTAH. Dengan mengemban amanah membawa harum nama bangsa untuk menjalankan tugas selaku Police Adviser yaitu memelihara perdamaian dan menjalani mandat sesuai dengan misi tersebut, Kontingen Garuda Bhayangkara MINUSTAH I tersebut terdiri dari Kompol Juliarman Pasaribu S.Sos, S.IK, MSi sebagai Dankon, Kompol Eka Syarif Nugraha Husen, SIk, MSi, Kompol Agung Kanigoro Nusantoro SIk, AKP Anno Soembolo, S.H, Iptu Asmida Rizki Siregar, Iptu Dongan P. Ambarita,  S.IP, Brigadir Polisi Ganda Tambunan.

Selama penugasan di daerah misi, ketujuh personel ini  telah berkontribusi aktif dalam pelaksanaan penugasan, mendapatkan apresiasi untuk perpanjangan tugas dari pimpinan MINUSTAH. Misi PBB di Haiti adalah salah satu misi terberat dari aspek keamanan yang mengharuskan personelnya untuk menggunakan senjata api. Ikut serta berpartisipasi dalam pengamanan pemilihan umum President Haiti,  melaksanakan proses monitoring dan transfer best practice kepolisian kepada institusi kepolisian lokal (Police Nationale d’Haiti), pengumpulan dan analisis data kejahatan dan kerawanan gangguan sosial lainnya serta melaksanakan pengorganisasian dukungan transportasi bagi komponen kepolisian MINUSTAH. Kontribusi terbesar untuk Indonesia adalah memiliki database peredaran narkotika di Haiti,  menunjukkan bahwa Police Adviser Indonesia telah menjadi Role Model bagi Kontingen negara lain, serta menjadi Liason Officer untuk Kontingen Militer Zeni Indonesia. Sebagai kontingen Polri pertama yang ditugaskan di Haiti, berbagai apresiasi positif telah diterima oleh Kontingen Garuda Bhayangkara MINUSTAH I, baik dari pimpinan MINUSTAH maupun masyarakat lokal. Penghargaan ini merupakan bukti kontribusi  Polri dalam ikut serta menciptakan keamanan dan ketertiban dunia yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.